Candi Borobudur – Candi Budha Termegah

Candi Borobudur adalah sebuah candi Budha yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini terletak sekitar 43 km Barat Laut kota Yogyakarta dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. Sebagai warga Indonesia kita patut berbangga karena candi Borobudur ini dinobatkan oleh UNESCO sebagai monumen dan kompleks STUPA Budha termegah didunia. Candi Borobudur diperkirakan didirikan pada masa pemerintahan raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga pada tahun 800-an Masehi.

arca borobudur

 Candi Borobudur

Arti nama borobudur itu sendiri adalah “biara di perbukitan” , yang berasal dari kata “bara” (biara) dan “beduhur” (perbukitan) dalam bahasa sansekerta, sesuai dengan artinya maka candi Borobudur berfungsi sebagai tempat ibadah penganut agama Budha. Pada mulanya candi Borobudur ini sempat terkubur lapisan Abu Gunung Merapi pada sekitar tahun 1006 pada waktu Merapi meletus dahsyat. Sehingga pada waktu itu candi Borobudur berbentuk seperti bukit yang ditumbuhi pohon – phon belukar. Baru pada tahun 1814 ditemukan kembali oleh Wakil Gubernur Inggris yang menduduki pulau Jawa pada masa itu yang bernama Raffles. Raffless mendapat laporan dari penduduk akan adanya sebuah candi ditengah hutan. Kemudian dia mengutus seorang insinyur dari Belanda yang bernama H.C Cornelius untuk menyelidiki candi tersebut. H.C Cornelius selanjutnya menebangi pohon yang tumbuh dibukit dan menggali candi Borobudur sehingga sampai seperti sekarang ini.

Candi Borobudur itu sendiri dibagi menjadi 3 tingkatan yang memiliki arti masing – masing yaitu Kamadhatu, Rupadhatu dan Aruphadatu.

arca-borobudur

Patung Budha Borobudur

Kamadhatu

Kamadhatu merupakan tingkat paling bawah dari Candi Borobudur, tingkatan ini melambangkan hawa nafsu keduniawian dari manusia. Pada tingkatan paling bawah ini tergambar relief – relief tentang hawa nafsu manusia seperti perampokan , pembunuhan, penyiksaan, selain itu juga tergambar relief tentang hukum karma yang dialami oleh manusia.

Rupadhatu

Tingkatan yang kedua ini menggambarkan manusia yang sudah terbebas dari hawa dan nafsu. Relief pada tingkatan ini menggambarkan kehidupan duniawi sang Budha pada jaman dulu, bagaimana sang Budha memulai pengajarannya pada manusia.

Arupadhatu

Arupadhatu merupakan tingkatan tertinggi dari Candi Borobudur, pada tingkatan ini menggambarkan tempat berdiamnya para dewa. Pada tingkatan ini tidak terdapat relief sama sekali melambangkan sang Budha telah memperoleh kebahagiaan sejati dan berlawanan dengan sifat manusia yang masih memiliki hawa nafsu dan keinginan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *